Archive for Maret, 2011

Perempuan Br*ngs*k

Apa itu definisi br*ngs*k?? Itu yang pertama kali terpikir olehku. Yang pasti, yang aku yakini, kata kasar itu tidak tepat ditujukan kepada seorang perempuan selayaknya diriku. Apakah pantas, hanya karena sebuah comment status di jejaring sosial bisa menjadikan aku berpredikat sebagai “Perempuan Br*ngs*k”?? Aku tidak ingin menyalahkan pihak ketiga yang ku maksudkan dalam tulisan ini, namun aku hanya ingin bertanya kepadanya, apa yang ia rasakan ketika orang lain menyampaikan kata-kata itu kepadanya. Emosi jiwa yang menggelayut di benaknya saat itu, tidak pantas dijadikannya alasan untuk berucap kata-kata sarkasme tersebut. Aku hanya ingin berdoa, supaya setelah kejadian itu ia tersadar, ia tidak melemparkan kata-kata itu lagi untuk perempuan lain di luar sana, yang mungkin akan menjadi korbannya..

Iklan

Leave a comment »

Mujhse Dosti Karoge

Dalam bahasa India, berdasarkan judul film yang pernah saya tonton, Mujhse Dosti Karoge artinya adalah “Maukah Bersahabat???”. Sahabat itu sendiri menurutku adalah, orang yang bisa menganggap kita temannya selamanya, saat telah terpisah jarak dan waktu, senantiasa menjaga kedekatan dengan kita, dan yang penting tidak melupakan ketika ia telah memiliki teman baru yang lain, yang lebih sempurna dan jauh lebih baik dari kita.

Tulisan berikut ini nantinya hanyalah akan menjadi sebuah ungkapan perasaan sang pemulis tentang apa yang terjadi pada dirinya. Sebuah kisah kamuflase tentang persahabatan yang hanya fatamorgana, membutakan hati, rasa dan jiwa.

Setelah merasa (selalu) dikecewakan para “mantan” sahabatku, aku mulai susah untuk memilih teman, susah untuk percaya pada orang lain, susah pula untuk supel bergaul dengan yang lain. Rasa haus akan adanya teman seperti hilang setelah aku mulai dekat dengannya. Kata-katanya menghangatkan jiwa, candaannya membuatku bahagia, membuatku tersenyum dan melupakan sejenak penat hidup ini. Dia yang awalnya berucap ingin menjadikanku sahabatnya, senang hati ini bukan kepalang. Yang ada di pikiranku saat itu, sahabat selalu ada saat kita butuh, selalu menemani kita, selalu mau mendengarkan keluh kesah yang ingin kita ceritakan. Memang benar, itu yang terasa di awal-awal komitmen persahabatan kami, namun selang beberapa hari setelah masa-masa hangat itu ia menghilang, ia acuh, ia tidak peduli. Seperti orang yang tidak kenal, bersikap semaunya. Komitmen persahabatan itu tak jauh berbeda dengan pacaran, bedanya dalam persahabatan itu lebih tidak mengikat dan memberi kebebasan. Namun bukan dengan caranya yang seenak maunya datang dan pergi. Pernahkan ia berpikir aku disini memikirkan sikapnya?? Sikapnya yang sering berubah-ubah, kembali menghangat berlanjut mendingin. Taukah ia, bahwa aku ini manusia yang punya hati, yang juga punya prinsip, punya pandangan tentang apa itu komitmen persahabatan.

Untuknya, semoga tanpa sengaja menemukan tulisan tak penting ini, semoga dengan begitu engkau sadar, dengan tidak semau sendiri memperlakukan orang lain, menjahati orang lain dengan sikap yang senantiasa berubah semaunya sendiri..

Mujhse Dosti Karoge????

Hanyalah akan jadi kata-kata yang tak ada artinya bagi dia…..

Leave a comment »