Archive for Uncategorized

#2

Kebahagian hakiki adalah rasa bangga ketika kita dapat melihat orang yang kita sayangi tersenyum bahagia karena kita, aku mencintaimu Ibu, lebih dari apa yang bisa aku berikan padamu..

 

Ujian SNMPTN pun tiba, pagi-pagi sekali aku berangkat menuju tempat ujian. Sudah ramai, banyak diantara mereka yang masih sibuk dengan beberapa buku dan laptop mereka. Tidak sedikit juga yang memilih berdoa atau sekedar berbincang-bincang untuk mengatasi rasa tegang mereka dalam menghadapi ujian SNMPTN hari pertama ini.

Aku memilih untuk berdoa, kemudian menggerak-gerakkan anggota badanku untuk melemaskan urat syarafku yang tegang. Kami semua masuk, setelah diperiksa berbagai kelengkapan kami dipersilakan untuk mengerjakan soal. 2 jam telah berlalu, kami selesai mengerjakan ujian hari pertama, aku memilih langsung keluar ruang ujian untuk segera pulang.

Di tengah perjalan pulangku, aku mendengar suara yang tidak asing bagiku memanggil-manggil namaku, aku berbalik. Ternyata Silva berlari ke arahku.

“Almy, kebangetan banget si. Udda dipanggil dari gerbang lokasi ujian kamu ga denger”, Silva terengah-engah, sambil membungkukkan badannya karena kelelahan mengejarku.

Aku hanya tertawa ngakak melihat peringai Silva yang kelelahan, dia memukul bahuku.

“Auw, sakit tau!!”, aku berteriak sembari memegangi bahuku yang dipukul Silva dengan cukup keras.

“Sukurin, itu balasan buat orang yang budeg plus ngetawain aku”

“Ngapain kamu kesini Sil??”

“Aku khusus menjemput si calon mahasiswa Jogja lah”

“Aish, belum juga tentu bisa kuliah di Jogja, udda dibilang-bilangin kaya gitu. Pamali tau”

“Ah kau ini Al, hehe, sebenernya aku ngabur dari emakku. Abis aku bete, di rumah Cuma disuruh beres-beres rumah mulu, udda kaya pembatu tau ga si Al”

“Silva Silva, udda berapa taun kamu hidup bareng emakmu?? Itu namanya ngabdi, bukannya jadi pembantu. Kamu pikir di rumah Cuma bisa nongkrong, tiduran, makan, nonton TV seenaknya dengan usiamu ini??”, aku sedikit menasehati Silva. “Harusnya kamu itu mikir nyari kerja, biar ga cuma di rumah buat beres-beres rumah yang kamu bilang pembantu itu”

“Omong-omong tentang kerja, di butik deket SMA kamu itu lagi buka lowongan Al, anterin aku plissss”

“Abis aku ujian SNMPTN terakhir besok yah??”

“OK cincah, kamu memang is the best”, ucap Silva sambil mencubit hidungku.

“Auw, sakit!!”

“Oiya Al, gimana tentang pernikahan ibumu??”, tanya Silva.

“Aku mutusin buat ngasih restu Sil, aku ga mau bikin ibuku sedih. Kalo emang Pak Taufan bisa bikin ibuku bahagia, aku rela. 1000 kali rela bahkan. Aku udda janji sama ayahku buat bikin ibuku bahagia dan ga bakal bikin ibuku nangis lagi”

Silva menghampiriku dan memelukku dengan erat.

“Kamu bijak banged Al, aku yakin ayah kamu disana bangga liat kamu bisa bijaksana kaya gini. Kalo aku mungkin ga akan pernah bisa ikhlas ngebiarin ibuku nikah lagi”

Suasana hening dan mendayu untuk sesaat, aku melepas pelukan Silva setelah sadar beberapa orang memperhatikan kami. Kami berjalan pulang ke rumahku sambil sesekali bercanda. Sesampainya di rumah aku memutuskan untuk mengistirahatkan pikiranku untuk sesaat. Tiba-tiba handphone-ku berbunyi, ada SMS.

‘gimana ujian pertamanya?’

Aku semangat untuk segera membalasnya.

‘udda berusaha, tinggal nunggu hasilnya J’

‘hasilnya harus bagus!’

‘iyya, doain aku ya Yama J’

‘ingat, janjiku biar kamu semangat belajar :D’

‘hehehe, iyya J’

Lama tidak ada balasan, aku berpikir mungkin Yama bingung mau membalas apa. Sesaat aku merasa bahagia setelah menerima SMS darinya. Namun ketika aku teringat saat bertemu dengannya bersama seorang perempuan lain membuatku merasa tidak nyaman. Tanpa sadar aku tertidur.

 

 

########

 

########

 

“Almy”, ibu mengetuk pintu kamarku.

“Iyya bu’, masuk aja”

Ibu masuk membawa beberapa kue pukis dan segelas susu.

“Ada kue pukis yang dikirim Sarah, anak sulungnya Pak Taufan. Umurnya 2 tahun lebih tua dari kamu. Dia juga kuliah di salah satu universitas swasta di Jogja. Nanti kalo kita jadi pergi bersama akhir minggu ini kalian akan ketemu”

Aku masih sibuk memakan kue pukis sambil mendengarkan ibu berbicara.

“Kamu bisa kan?”, tanya ibu sambil memegang bahuku.

“Iyya bu’, aku pasti akan meluangkan waktu untuk bertemu mereka”, aku tersenyum.

“Ya udah, terusin lagi belajarnya. Jangan lupa susunya diminum selagi hangat, ibu mau tidur dulu”, ibu berlalu.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku sudah berada di tempat ujian. Selesai mengerjakan ujian aku segera mengirim sms pada Silva untuk menanyakan keberadaannya. Ternyata dia sedang menunggu wawancara di butik dekat SMAku. Aku memutuskan untuk segera pulang.

Sepanjang perjalanan, aku memikirkan rencana liburan yang diadakan Pak Taufan. Aku bimbang, apa yang harus aku lakukan, bagaimana aku harus bersikap di depan keluarga Pak Taufan, bagaimana kalau aku merasa kikuk dan aneh dengan suasana yang ada. Aku tersentak, tersungkur di pinggir jalan setelah ditabrak sepeda motor. Semuanya kabur, akupun tak sadarkan diri.

Aku membuka mata, terasa asing pemandangan di sekitarku. Ternyata aku sudah berada di rumah sakit. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa berada di rumah sakit ini. Dan kini aku merasa kaki kananku nyeri, sakit yang teramat sangat, dan terasa kaku hingga tidak bisa digerakkan. Ruangan ini kosong, sehingga aku tidak bisa bertanya kenapa kakiku tidak bisa digerakkan.

Beberapa saat kemudian, ada seorang pria masuk ke ruanganku.

“Maaf, anda siapa?”, aku penasaran, aku merasa tidak mengenalnya. Dia masih muda, aku pikir masih seumuran denganku. Dan lebih tidak mungkin kalo dia adalah seorang dokter.

“Aku Oji”, ia mengulurkan tangannya, “aku orang yang menabrak kamu tadi siang”.

Aku membalas uluran tangannya dan menjabatnya. Aku merasa tidak asing dengan wajahnya, aku merasa sudah pernah bertemu dengannya. Namun aku mengurungkan niatku untuk bertanya apakah kami pernah bertemu sebelumnya atau tidak. Aku memilih untuk bertanya apa penyebab aku bisa ditabrak olehnya.

“Sewaktu di persimpangan jalan, tiba-tiba kamu menyebrang. Aku ngga bisa ngontrol kendali motorku, dan menabrakmu. Aku minta maaf karena udah bikin kamu terluka”

Pasti karena aku sibuk memikirkan rencana liburan itu hingga aku tidak sadar menyebrang jalan.

“Itu bukan salah kamu kok, aku yang ngga konsen hingga menyebrang tanpa liat jalanan. Oiya, apakah ibuku udda tau kalo aku disini?”

“Setelah menabrakmu aku segera menghubungi ibumu, maaf juga karena aku membuka hapemu”, Oji menyerahkan handphoneku, “Ibumu tadi disini, sekarang beliau pulang untuk mengambil beberapa pakaianmu. Kakimu pasti sakit”

“Aku ngga bisa menggerakkannya. Kamu tau kenapa dengan kakiku ini?”

“Kata dokter tulangnya patah, beberapa waktu kedepan kamu harus bergantung pada tongkat. Tapi jangan khawatir, aku pasti bertanggung jawab kok untuk semua biayanya”

“Bukan itu, bukan masalah pertanggungjawabanmu, aku hanya ingin tau kenapa kakiku gabisa digerakin”, mendadak aku tersipu malu.

“Aku mungkin akan sering kesini untuk tau keadaanmu”, seolah-olah Oji ingin meminta ijinku.

“Kamu ga perlu sungkan seperti itu Ji, kamu ga harus kesini tiap saat kok”

“Tapi itulah bentuk pertanggungjawabanku padamu”

“ALMY..”, tiba-tiba Silva masuk, “OJI???”

“Silva??”, mereka berdua terkaget satu sama lain.

“Ngapain lo kesini Sil?”,Oji menghampiri Silva.

“Elo sendiri? Jangan-jangan elo yang nabrak Almy?”, Silva melotot ke arah Oji.

“Kalian saling kenal?”, tanyaku. Mereka serentak menolehkan wajahnya ke arahku.

“Elo ga inget Al? Ini Oji, kakak kelas kita SMP”, Silva berseri-seri sambil menunjuk ke arah Oji.

“Bentar deh, ini Almy sahabat lo dari SMP itu?”, Oji menimpali, kembali memperhatikan Silva.

“Iyya”

Aku sekarang ingat. Oji Nirwana, kakak kelas yang sempat menjadi gebetan Silva saat SMP. Aku tidak menyangka sampai saat ini mereka masih saling berhubungan. Namun kenyataannya mereka memang tidak pernah berpacaran.

“Jadi elo Almy, sumpah elo beda banged Al dari waktu kita SMP dulu”, Oji menghampiriku, ia menatap wajahku dalam, “elo tambah cantik dan manis Al”

Aku tersenyum, “Pantas aku merasa tidak asing dengan wajah lo, ternyata kita emang uudda saling kenal dari dulu”

“Jangan mau kemakan rayuan gombalnya Al, udda banyak korban yang sakit ati sama die”, Silva ikut-ikut menghampiriku.

Kami bertiga bernostalgia saat masih SMP dulu.

 

Comments (1) »

Mati Suri, kemudian Hidup Kembali

Lebih dari setaun vakum ini saya, apa kabar blog ini? Ternyata masi sama saja seperti yang dulu, kekekekkekekek, tak ada yang berubah, stuck di tempat. Tapi orangnya ga stuck di tempat pastinya..

Niatnya, ini blog mau aku idupin lagi buat usaha (jiyah, usaha mencari cinta???) Yang pasti usaha buat cari duit dengan cara yang halal juga pastinya, eaaaahhh

Sedikit tentang alasan mau menghidupkan kembali ini blog tidak lain dan tidak bukan karena aku lagi punya hobi baru untuk membunuh sepi dan menghilangkan kejenuhan, hediyan bahasane mak nyoss gawe mlocot :p.

Merenda, merajut, Crocheting. pake hakken dengan ukuran dari 1-6 (yang aku punya si, kekkekekekekekeek). Udda lumayan si hasilnya, ada tas, rompi, dompet hape, sarung hape. Dan kayanya si respon dari orang lain positif, jadi ga dosa kan ya kalo punya niatan buat bikin usaha, syukur syukur bisa jadi gedhe, bisa diliput di acara acara tipi itu tu (Amiennnnn).

Itu dulu ajja lah yak buat postingan kali ini, mo blajar caranya”merias” ini blog biar jadi lebih segger. babaiiii :*

 

Leave a comment »

Perempuan Br*ngs*k

Apa itu definisi br*ngs*k?? Itu yang pertama kali terpikir olehku. Yang pasti, yang aku yakini, kata kasar itu tidak tepat ditujukan kepada seorang perempuan selayaknya diriku. Apakah pantas, hanya karena sebuah comment status di jejaring sosial bisa menjadikan aku berpredikat sebagai “Perempuan Br*ngs*k”?? Aku tidak ingin menyalahkan pihak ketiga yang ku maksudkan dalam tulisan ini, namun aku hanya ingin bertanya kepadanya, apa yang ia rasakan ketika orang lain menyampaikan kata-kata itu kepadanya. Emosi jiwa yang menggelayut di benaknya saat itu, tidak pantas dijadikannya alasan untuk berucap kata-kata sarkasme tersebut. Aku hanya ingin berdoa, supaya setelah kejadian itu ia tersadar, ia tidak melemparkan kata-kata itu lagi untuk perempuan lain di luar sana, yang mungkin akan menjadi korbannya..

Leave a comment »

Mujhse Dosti Karoge

Dalam bahasa India, berdasarkan judul film yang pernah saya tonton, Mujhse Dosti Karoge artinya adalah “Maukah Bersahabat???”. Sahabat itu sendiri menurutku adalah, orang yang bisa menganggap kita temannya selamanya, saat telah terpisah jarak dan waktu, senantiasa menjaga kedekatan dengan kita, dan yang penting tidak melupakan ketika ia telah memiliki teman baru yang lain, yang lebih sempurna dan jauh lebih baik dari kita.

Tulisan berikut ini nantinya hanyalah akan menjadi sebuah ungkapan perasaan sang pemulis tentang apa yang terjadi pada dirinya. Sebuah kisah kamuflase tentang persahabatan yang hanya fatamorgana, membutakan hati, rasa dan jiwa.

Setelah merasa (selalu) dikecewakan para “mantan” sahabatku, aku mulai susah untuk memilih teman, susah untuk percaya pada orang lain, susah pula untuk supel bergaul dengan yang lain. Rasa haus akan adanya teman seperti hilang setelah aku mulai dekat dengannya. Kata-katanya menghangatkan jiwa, candaannya membuatku bahagia, membuatku tersenyum dan melupakan sejenak penat hidup ini. Dia yang awalnya berucap ingin menjadikanku sahabatnya, senang hati ini bukan kepalang. Yang ada di pikiranku saat itu, sahabat selalu ada saat kita butuh, selalu menemani kita, selalu mau mendengarkan keluh kesah yang ingin kita ceritakan. Memang benar, itu yang terasa di awal-awal komitmen persahabatan kami, namun selang beberapa hari setelah masa-masa hangat itu ia menghilang, ia acuh, ia tidak peduli. Seperti orang yang tidak kenal, bersikap semaunya. Komitmen persahabatan itu tak jauh berbeda dengan pacaran, bedanya dalam persahabatan itu lebih tidak mengikat dan memberi kebebasan. Namun bukan dengan caranya yang seenak maunya datang dan pergi. Pernahkan ia berpikir aku disini memikirkan sikapnya?? Sikapnya yang sering berubah-ubah, kembali menghangat berlanjut mendingin. Taukah ia, bahwa aku ini manusia yang punya hati, yang juga punya prinsip, punya pandangan tentang apa itu komitmen persahabatan.

Untuknya, semoga tanpa sengaja menemukan tulisan tak penting ini, semoga dengan begitu engkau sadar, dengan tidak semau sendiri memperlakukan orang lain, menjahati orang lain dengan sikap yang senantiasa berubah semaunya sendiri..

Mujhse Dosti Karoge????

Hanyalah akan jadi kata-kata yang tak ada artinya bagi dia…..

Leave a comment »

UAS

UAS tlah tiba, UAS tlah tiba, hatiku nelangssa.

Huwah, 2 hari lagi UAS. Tapi blon belajar, masi berkutat seputar maen maen maen maen dan maen. Tapi target aku untuk dapet IPK lebih dari 3 harus, kudu, wajib musti tercape, huwa huwa. Ga adda lagi ML ML ML dan ML. Fighting buat penghabisan semester 3 ini, Allah bless me and also bless us, Fighting guys!!!!

Aku yakin semester ini aku bisa memperbaiki IPKku yang merongsok turun, aku HARUS BISA!!!!!!

Apalgi resolusi pertama hidupku pada tahun 2011 ini adalah harus memperbaiki IPK, harus, wajib!!!!!

Doaen aku yah, buat semuanya….

Leave a comment »

Erupsi Merapi

Selasa, 26 oktober 2010

Sudda dari beberapa hari yang lalu berita tentang gunung Merapi yang akan meletus disiarkan, namun belum adda reaksi dari diriku pribadi. Baru tadi malam ketika aku mengobrol bersama mba kostku aku merasa ngeri dengan obrolan kami tentang Merapi.

Mba kostku : “yang ditakutkan itu erupsi kali ini yang tiap 100 taun sekali niq”

Uniq : “jadi intinya Merapi akan meletus mba??”

Mba kostku : “iyya lah, orang katanya material material vulkaniknya udda hampir ke bibir gunung og”

Uniq :”huwaaa mba, takut”

Mba kostku : “kita berdoa ajja..”

Setelah obrolan ringan itulah aku baru sadar kalo kota ini berada dalam masalah, <walopun sebenarnya Merapi berada 35km dari tempatku bermukim>. Apalagi tiap melihat TV, melihat berita yang menayangkan masalah Merapi, aku langsung terbayang bayang akan segala sesuatu yang akan terjadi :(.

Jam 17.30 WIB, aku masi adda di kost pacarku. Saat itulah aku diberi kabar olehnya bahwa Merapi telah meletus, ia langsung mengambil remote TV dan mencari breaking news akan meletusnya Merapi. Masyaallah, aku terbelalak. Merapi benar benar memuntahkan material material vulkaniknya :(. Dan yang lebih membuatku pilu, adda bayi berusia 2 bulan yang jadi korban meninggal dunia karena sesak nafas (menghirup debu vulkanik), astaghfirullah, hatiku pilu. Empatiku benar benar memaksaku untuk menangis. Ya Allah, tempatkan ia di surgamu Ya Allah, Amien. Dan untuk ibunya, adda hikmah di balik musibah ibu :).

Singkat cerita setelah itu, aku pulang ke kostku. Segera mandi. Selesai mandi, dengan masih memakai haduk aku melihat hapeku. Adda 4 sms masuk, dan 3 missed call. Saudara saudaraku menanyakan begaimana keadaanku, terharu. Namun gara gara kecemasan mereka aku ikut ikutan heboh. Bayangan letusan Merapi akan sampai ke Kostku merebak. Namun untunglah aku memiliki pacar yang bisa menenangkan aku dalam hal ini.

Sampai saat aku menulis blog ini, aku tetap memantau update-an Erupsi Merapi. Ya Allah, lindungilah kami semua yang berada disini. Jika memang ini semua adalah teguran pada kami yang lalai dalam menjalankan perintahMu, ampuni kami Ya Allah. Surutkan segala bencana dari negeri Indonesia tercinta ini, Amien.

Leave a comment »

UTS

Ujian Tengah Semester, atau yang lebih sering kita sebut sebagai mid test ini benar benar membuatku gilla. Diawali pada tanggal 25 Oktober kemarin, PMP, pengenalan Model Probabilitas. Aku memang merasa tidak yakin 100% kalo aku bisa, namun aku merasa agak percaya diri sewaktu belajar. Aku merasa insyaalllah aku bisa saat ujian nanti, namun nyatanya, 😦 so bad.

Dari 4 buah soal aku hanya bisa mengerjakan 2 soal, itupun entah benar atau tidak, huwaaaa :'(. Semoga bapake memberiku sedikit kewelasan, :D. Ternyata materinya belum semuanya aku mengerti, oh my DPA, kau benar benar membuatku setengah gilla memikirkan mata kuliah yang kau ampu untukku di semester III ini. Apakah teman temanku yang lain juga merasa seperti itu??? Aku berharap mereka menjawab, iyya, 😀

dan kembalai aku dibuat bete karena UTS, aku harus menunda kepulanganku yang rencananya pada saat aku menulis blog ini sudda beada di dalam mobil untuk meninggalkan Jogja tercinta kembali ke Pati. Nyatanya aku masi harus disini sampai besok sore, Amak, anakmu kangan sangad, 😥

Leave a comment »